In my brain:..“Tuhan ala jepang..“

Ada pengalaman yang rada rada aneh dan unik ketika ku diajak oleh seorang teman japanese untuk mengunjungi sebuah kuil ..Kebetulan saya bukan orang yang suka berdebat untuk membicarakan masalah prinsip dan keyakinan menyangkut religius karena hasil akhir dan ujung ujungnya pasti tidak akan pernah ketemu dan hanya menimbulkan sebuah perbedaan pendapat tiada akhir ..Biarlah masalah yang seperti ini setiap individu yang  memutuskan sendiri sendiri ..

Tapi ketika dijepang mungkin ada sebuah pengalaman yang beda soal membicarakan Tuhan dengan seorang japanese muda sahabat saya..Saya tidak pernah bisa memahami pandangan japanese tentang keTuhanan..disatu sisi  mereka sangat mengutamakan hal hal yang hanya bisa diterima oleh akal tapi disisi lain mereka kadang membuat patung patung dan benda benda dan mereka sembah sendiri..

Saya hanya diajak ke suatu tempat ibadah jepang sebuah kuil yang bagi japanese muda sahabat saya percaya bahwa Tuhan mereka tidak hanya satu tapi bermacam macam ..dia bilang bahwa Tuhannya orang jepang beda dengan Tuhan saya ..Tuhannya orang jepang kebanyakan beda dengan Tuhannya orang Islam ,Tuhannya orang kristen ..dan Budha juga bukan Tuhan  ..kata sahabat saya..bahkan ada juga Tuhan yang membeci sesama Tuhan..Ada satu tempat dimana bisa terdapat bermacam macam Tuhan dan bisa meminta apa saja sesuai kebutuhan dan permintaan..mau minta pekerjaan yang berhubungan dengan logam lancar ya minta sama Tuhannya logam,minta air susu ibu lancar yang datang ke kuil payudara minta sama Tuhannya payudara..minta punya alat kemaluan yang besar ya tinggal  minta sama Tuhannya alat kemaluan..pokoknya Tuhan nya jepang sangat beda dengan Tuhan saya variatif sesuai kebutuhan  ,…itu kata sahabat saya..

Terus terang saya hanya tersenyum dalam hati ketika dia menjelaskan dengan sungguh sungguh tentang Tuhannya..soal keyakinan tentu setiap orang selalu menganggap apa yang dia peluk pasti yang paling benar..termasuk saya yang mungkin hanya geleng geleng dan tiba tiba merasa kasian dengan pola pikirnya tentang Tuhan..Tapi ada satu hal yang mungkin bisa saya ambil pelajaran dari mereka ..bukan soal Tuhan dan keyakinan mereka tapi bagaimana mereka bisa menghargai seseorang yang punya keyakinan yang beda dan tidak mau memancing keributan hanya masalah beda keyakinan ..dunia memang luas dan kadang banyak sekali sisi sisi yang tidak pernah bisa dimengerti..

Perihal

aku adalah aku apa adanya seorang yang berjalan mengikuti garis hidup tapi bukan seorang yang psarah kadang selengekan meski bukan slanker kadang romantis meski bukan arjuna kadang jadi anak manis kadang pethakilan meski bisa berubah ubah tapi bukan bunglon bukan pula banci karena aku selalu gentleman dalam setiap urusan..

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam gaya hidup, jepang, merenung, religius
4 comments on “In my brain:..“Tuhan ala jepang..“
  1. Rahmat Kedai mengatakan:

    Isi blog nya jepang banget😆
    Kalo bicara tentang tuhan agama, memang beragam >,<

  2. Ando-kun mengatakan:

    Hmmmm, terus terang aja kalau ngomongin ttg agama, orang Jepang yang satu bisa beda dgn orang jpn lain. Wong muslim dari NU jg bisa ngomong beda ttg Islam dgn Muhammadiyah. Apalagi Syi’ah dan Sunni.
    Setahuku Tuhan orang Jepang (jaman dulu) memang seperti teman jepang masbro bilang, banyak dan bermacam-macam. Jaman sekarang sih mereka hampir nggak percaya sama Tuhan terutama kalau tingkat pendidikan mereka semakin tinggi. Profesor Jepang yg kukenal hampir pasti atheis, dan mahasiswa program doktor dan post-doc yg kukenal jg paling barter agnostic.

    Kalau ditanya soal pergi ke Jinja sambil doa bertepuk tiga kali, rata2 mereka bilang itu lbh ke arah budaya. mereka terbiasa melakukannya karena dari orang tua, kakek nenek, buyut hingga leluhur mereka semua pergi ke jinja dan melakukan hal yg sama. Kalau soal pergi ke jinja dan menulis permohonan supaya lulus ujian, gampang jodoh, dll, itu lebih ke arah menambah percaya diri. Tak heran kalau mereka bisa kawin di gereja yg kristen, nyari nama bagus buat anaknya di Jinja yg Shinto, kemudian mati dan diperabukan secara buddha.

    Hingga sekarang sih aku berpendapat kalau orang Jepang (modern) sekitar 80 persen masuk golongan atheis atau paling tidak agnostic. Mengenai tuhan2 yg bermacam-macam itu mereka golongkan ke dalam kebudayaan Jepang. Kalaupun masih ada yg percaya (maksudnya benar2 percaya sepenuh hati), nggak banyak. paling banyak orang2 tua.

  3. Fadhilatul Muharram mengatakan:

    hmmm… Tuhan Jepang… yang pastinya berbeda dengan Tuhan orang Eskimo atau suku Aztec (mungkin?). saya tak tahu. yang jelas… saya suka posting2nya… kita jadi tahu budaya orang lain di dunia ini.

    lg blogwalking….😉

  4. umi mengatakan:

    wah saya suka skali dengan tulisan ini ,dan mudah 2 an indonesia juga bisa hidup berdampingan dengan sesama suku walaupun berbeda ,bukankah damai itu indah ? coba bayangkan bagaimana kita mau beribadah dengan benar kalau saling jotos dan perang hehehe damai bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

tamu yang terhormat
  • 137,763 jabat tangan
Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
Arsip
Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
%d blogger menyukai ini: