Hemm..saya awali dengan hemm..disudut jepang bagi seorang laki laki yang masih bujang,punya penghasilan tetap,masih muda kadang mungkin seperti seorang penyamun di sarang perempuan..mungkin ada sebuah karya sastra yang berjudul “perempuan di sarang penyamun“..tapi dengan judul diatas saya akan memaparkan bahwa bagi seorang laki laki Indonesia ,bujang ,berpenghasilan,(cakep*relatif) hidup di bumi negeri sipit kadang merasa seakan seperti penyamun disarang perempuan..yang jelas bukan penyamun sebenarnya tapi saya hanya mengandaikan bila seseorang tidak mampu mengendalikan iman dan kekuatan menjaga akhlak di negeri sakura ini bukan tidak mungkin akan terjerembab dalam kehidupan yang menurutkan hawa nafsu dan kesenangan sesaat..

Wanita jepang memang dikenal sebagai wanita di belahan asia yang memiliki kulit kuning bersih,berambut hitam yang indah karena bawaan faktor ras dan seluruh dunia seakan mengakui bahwa jepang adalah seolah surga tujuan sex bagi lelaki pemburu kepuasaan sesaat ..Dan saya yakin bisa berkencan ataupun sekedar berteman dengan wanita jepang..seakan menjadi impian bagi setiap lelaki asing yang berada di jepang…tentu saja dalam tanda kutip“tidak semua lelaki“..lelaki single dan berpenghasilan tetap memang ada kecenderungan untuk“ melirik“ wanita jepang..meskipun tidak pernah diungkap secara explisit dari segi daya tarik sexual..
Menelusuri seluk beluk dunia begituan ,laki laki yang masih mudah gonjang ganjing imannya akan sangat mudah terhanyut dalam godaan hawa nafsu apalagi melihat wanita wanita muda jepang yang bertubuh mulus dan berpenampilan yang kadang memang bisa mengundang gairah laki laki berotak kotor..tentunya saya tidak menyebut diri saya seorang suci karena iman seseorang tentu hanya Tuhan yang bisa mengukurnya..yang menjadi masalah tentunya bila tidak kuat untuk menahan diri dan hanyut dalam hawa nafsu sesaat…dan berada diantara wanita wanita muda jepang muda dengan penampilan yang memang kadang bikin dada berdesir,menghindari pikiran yang negatif kadang mungkin agak susah bagi lelaki yang “normal..“dari sisi sexual oriented tentunya.
Memang dikatakan mudah ya mudah ,sulit ya sulit untuk bisa bergaul diantara kehidupan masyarakat jepang.Wanita wanita muda jepang tentu tidak sembarangan untuk bergaul maupun berteman dengan lelaki asing yang tidak dia ketahui asal usul nya dengan jelas..sekedar mengintip sisi gelap sebagai sekedar tahu dan menjadi bahan untuk tidak terseret didalamnya saya pikir syah syah saja..Memang untuk bisa berkencan dengan wanita wanita jepang ada beberapa macam cara ...kafe kafe kencan(deai cafe) kadang menjadi alternatif bagi paman paman kesepian untuk bisa berkencan dengan gadis gadis muda jepang…
Dunia prostitusi di jepang mungkin hampir sama seperti di Indonesia dan acces masuknya pun begitu terang terangan bisa melalui pamflet ,majalah,telephon club,dunia maya dsb . Dan prostitusi di jepang adalah sesuatu yang legal berkedok delivery health..tapi menelisik dunia xxx, seperti nya didunia belahan manapun selalu ada dan tidak bisa diberantas dari muka bumi.Dan uang seakan akan bisa menjadi dewa yang mengalahkan apa saja dimana orang akan melakukan apa saja demi lembaran lembaran kertas itu..
well,saya akhiri tulisan saya ini dengan sebuah ungkapan bahwa lelaki asing berada di sudut jepang bisa jadi seperti“ penyamun di sarang perempuan “bagi yang lemah iman..tapi bagi seorang muslim sejati ,jepang dengan sisi gelapnya bisa menjadi ladang subur untuk menguji kekuatan iman dan menguji sampai dimana keyakinananya kepada sang khalik yang mampu dan kapan saja mengambil kembali jatah nafas di dunia entah sedetik ,semenit,sejam ,ataupun esok pagi yang akan datang..semoga bisa menjadi bahan renungan.
Tulisan ini saya himpun dari keterangan berbagai sumber..

Posted by heri koesnadi on Mei 4, 2009 at 11:11 pm
bener banget mas,… tapi kok orang2 sono pada nikah tua yahh, apa imannya tebel2? emang banyak juga yah cowo jepang yang suka prostitusi?
Posted by Ando-kun on Mei 5, 2009 at 3:41 am
Pertama, prostitusi adalah bisnis paling tua yang pernah dilakukan oleh manusia dari jaman baheula dan masih eksis hingga jaman sekarang. Uang menjadi dewa? Bisnis mana sih yang tidak menjadikan keuntungan finansial sbg tolak ukur? Jangankan prostitusi, jual beli makanan saja ngukur keberhasilan lewat duit koq.
Kedua, setahu saya sih bisnis prostitusi di jepang ilegal, dalam artian ilegal secara hukum. Tapi seperti juga di Indonesia, prostitusi di Jepang juga berjalan terang-terangan di antara gelap-gelapan. Anda bisa menemukan diskotik dan karaoke disiang hari malih rupa menjadi rumah bordil modern dimalam hari di Jakarta. Malah lengkap dengan iklan dimajalah/koran lokal yg rada “merah”. Di Jepang juga terjadi hal yang sama, hanya saja karaoke di Jepang jarang yang berfungsi sebagai sarang germo, tidak seperti di Indonesia.
Pernah seorang teman yang sedang berkunjung (bisnis) ke Jepang dan diajak boss-nya ke karaoke berkomentar, “Koq karaoke di Jepang nggak se-private karaoke di Indonesia yah?”
Ketiga, dunia seks bebas di Jepang lebih terang2an di banding Indonesia yang malu-malu mau. Tapi kalau ada lelaki yang ketahuan melakukan hubungan seks dengan perempuan dibawah umur dewasa (21 tahun) di Jepang, anda akan secara legal melanggar hukum dan masuk penjara. Di Indonesia? walahualam.
Terakhir, kalau anda tinggal di Jakarta dan menghabiskan malam sabtu/minggu di kawasan “elite”, jangan takut. Anda akan menemukan sensasi “penyamun disarang perawan” yang sama, malah dengan selera beragam dari lokal indonesiana atau asing berambut pirang. Yang penting, anda punya modal buat “bergaul” nggak?
Posted by Ando-kun on Mei 5, 2009 at 4:35 pm
Apa yang saya komentar diatas hanya berdasarkan pengamatan saya koq. Soal Tuhan, siapapun didunia ini punya tuhan, walaupun dia atheis. Kalau membaca tulisan anda yg lain, saya mendapat kesan anda cukup alim untuk tidak menuhankan uang, masalahnya yg menuhankan uang sangat banyak didunia ini, apalagi di Jepang. dan saya yakin anda tidak bisa (atau berhak) memaksa mereka menuhankan tuhan anda.
Soal yang menemani di karaoke di Jepang (bukan cuma nagoya, kampung kayak shizuoka jg ada), toh cuma ditemani nyanyi doang koq (nggak lebih). Lagian menurut Islam mahzab tertentu, musik itu haram lho krn termasuk perbuatan laghun. Masih suka denger musik?
Tentu saja pertanyaannya bukan buat saya yg notabene cuma mahasiswa yg nyambi baito buat makan. Anda yang shakai-jin dan punya duit lebih tentu lbh cocok menjawabnya.
Posted by Ando-kun on Mei 5, 2009 at 8:04 pm
o iya satu lagi. Yang delivery health itu boleh tau, Legalnya beneran nggak? Taunya dari mana? bisa konfirmasi sampai batas mana legal bisnisnya secara hukum?
Coba baca peraturan Jepang tentang prostitusi di 風俗営業取締法. Saya tertarik dgn isu legalnya prostitusi di jepang, soalnya lg debat sama teman satu lab yg orang Jepang. Sampai sekarang sih setahu saya, terminologi prostitusi di Jepang masih terbatas dlm hubungan seksual “coitus”. Kegiatan seksual lain seperti halnya oral belum termasuk prostitusi. Lagian germo jepang dan single fighter semacam 援助交際 cukup lihay bermain dalam peraturan legal-ilegal secara hukum negara Jepang.
Posted by Ando-kun on Mei 6, 2009 at 4:25 am
Kalau saya dibilang muslim, tentu saya termasuk calon neraka karena saya termasuk penikmat musik terutama Jazz dan Rock. Kalau baca2 tulisan anda sepertinya anda termasuk muslim alim yang tak suka mendengar musik kecuali model nasyid
Kalau begitu tetap saja seperti dugaanku sebelumnya kalau bisnis delivery health benar2 cuma kedok legal untuk menjalankan aktivitas ilegal, bukan bisnis prostitusi terang2an. Toh kalaupun digrebek polisi mereka bisa aja ngaku cuma ngasih servis phone sex atau cuma oral service doang demi menghindari jeratan hukum
Posted by bocahbancar on Mei 7, 2009 at 6:36 pm
Mm..mEnurut cerita temenku yang ada di Gifu Mas katanya banyak yang nikah muda tapi terus cerai di tengah jalan..
Ya gitu dech, lalu ga mau nikah lagi, lebih seneng dengan pekerjaannya, aneh kan…
HHmm…Memang kadang2 Jepang itu aneh(atau memang banyak fenomena aneh di sana yawh)
Posted by as on Mei 12, 2009 at 5:47 am
wah enak dong jadi pingin aku ke jepang
Posted by as on Mei 12, 2009 at 7:01 am
spertinya, seperti di Busan Korea kan tetangga dengan jepang tapi kalao Busan Penginapannya yang lantai pintunya di kasih foto-foto + nomor tlp dan Kondom, kebetulan saya pernah disana lama.
Posted by Ando-kun on Mei 18, 2009 at 2:36 pm
Barusan aja tau dari teman kalau delivery health di jepang biasanya disebut Fashion-health ファッションヘルス dan statusnya kalau di Indonesia sama dengan Panti Pijat (maksudnya yang “pijat” sana sini). Seperti jg bisnis panti pijat di Indonesia, yang pake kedok kesehatan buat nutupin prostitusi jg ada di Jepang. Itulah dia Fashion-health.
Ternyata benar dugaan saya, nggak di jepang nggak di indonesia. Yang namanya urusan syahwat tetap aja jadi bisnis ilegal yang di legal-legalkan dgn trik bisnis khusus.
Posted by John Bogor on Juni 17, 2009 at 3:15 pm
Saya kebetulan satu minggu di Nagoya untuk kunjungan bisnis, sampai di akhir minggu sebelum pulang diajak ke suatu night club – gio di kawasan Sakai. Mau nolak bagaiman yang jelas tidak enak bener, namun ternyata untuk mendapatkan cewek jepang tidaklah mudah dibutuhkan uang yang banyak dan tentunya kuat malu.
Alhamdulillah Alloh selamatkan walaupun teman bisinis tersebut siapkan uang untuk take chicket to Hotel